Inilah Jenis Jimat atau Rajah Yang Dilarang dan Dibolehkan Oleh Islam

Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada artikel Apakah Islam Memperbolehkan Azimat? Banyak sekali perbedaan pendapat mengenai hukum menggunakan Azimat.


Sebagian ulama memperbolehkan sebagian lagi tidak.


Nah, untuk menghilangkan kebingungan dalam menilai dan memahami azimat, ditulislah artikel ini. Azimat sebenarnya mempunyai banyak sekali bentuk dan jenis. Diantara itu semua ada yang azimat yang dilarang dan dibolehkan dipergunakan menurut Islam.


Jenis Azimat yang dilarang


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:


 

إِنَّالرُّقَىوَالتَّمَائِمَاوَالتِّوَلَةَشِرْكٌ


“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat, tiwalah itu termasuk perbuatan syirik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, dan beliau menshahihkannya)


Al-Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan, demikian juga Abu Ya’la dan Al-Hakim serta ia menshahihkannya dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


 

مَنْتَعَلَّقَتَمِيْمَةًفَلاأَتَمَّاللهُلَهُوَمَنْقَدْأَرَكَتَعَلَّقَوَدَعَةًفَلاوَدَعَاللهُلَهُ


“Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka Allah tidak akan menyempurnakan baginya (urusan)nya dan barangsiapa menggantungkan wad’ah maka Allah tidak akan menentramkannya.”


Jenis Azimat yang dilarang maksudnya adalah azimat yang terbuat dari nama-nama setan, dari tulang, paku-paku atau simbol setan lainnya yang jelas menyimpang dari ajaran Allah. Jenis azimat ini hukumnya haram tanpa ada keraguan karena banyak dalil yang menunjukkan keharamannya Dan ini merupakan salah satu bentuk syirik kecil berdasarkan hadits-hadits diatas dan hadits lainnya yang semaka dengannya.


Bahkan bisa menjadi syirik besar bila orang yang menggunakan azimat meyakini bahwa azimat ituah yang menjaganya, menyelesaikan permasalahannya, atau menghilangkan penyakitnya tanpa mengharap kehendakNya.


 

Jenis Azimat yang diperbolehkan


Jenis Azimat yang diperbolehkan adalah azimat yang berasal dari ayat-ayat Al Quran atau doa-doa Nabi SAW dan semacam itu dari doa –doa yang baik. Untuk jenis ini para ulama berbeda pendapat, sebagian mereka memperbolehkannya dan mengatakan bahwa itu sejenis dengan ruqyah/jampi-jampi yang diperbolehkan.


Dari Auf bin Malik al-Asia’I, ia meriwayatkan bahwa pada jaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (Ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, “Coba tunjukan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR. Muslim No. 4079).


Sedang sebagian ulama lain juga berhujjah :


Keumumman hadits-hadits yang melarang jimat – jimat dan yang memperingatkan darinya serta menghukuminya bahwa itu adalah perbuatan syirik. Sehingga tidak boleh mengkhususkan sebagian jimat untuk diperbolehkan, kecuali berdasarkan dalil syar’I yang menunjukan kekhususan.

 

 

Sebagian orang mungkin bertanya, adakah Allah SWT memberikan karunia kepada benda mati? Sebab mempercayainya bisa di cap musyrik.


Untuk menjawab pertanyaan diatas silahkan simak Surat Yusuf 93 dan 96 :

 

 


اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

 

 

 

“Pergilah kamu dengan membawa gamisku ini. Lalu letakkanlah ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali, dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku.;


 

 

فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 

 

 

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.”


Dalam hadits diatas menunjukka bahwa melalui perantara pakaian Nabi Yusuf yang berupa benda mati tersebut mampu menyembuhkan kebutaan yang diderita oleh ayahnya dengan izin Allah SWT 


Dari penjelasan kita bisa menarik kesimpulan bahwa Azimat itu boleh dipakai atau digunakan apabila Azimat yang dibuat berasal dari ayat-ayat suci Al Quran, doa nabi SAW, doa – doa baik yang diperbolehkan, maka itu tidak apa-apa. Tidak azimat berasal dari nama-nama setan ataupun lambang setan dimana tidak mengharapkan ridho Allah dengannya.


Serta azimat yang diperblehkan adalah yang diniatkan untuk mengharapkan ridho, rahmat dan keberkahan Allah SWT, bukan dengan niat bahwa azimat itu yang akan semata-mata menyelesaikan permasalahannya.


Semoga artikel ini mampu memberikan anda pencerahan tentang hukum dalam menggunakan azimat dalam islam.

 

 

 

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS : 085712999772

WhatsApp : 085712999772

Email : SpiritualPower88@gmail.com

 

Call Center 2

Telepon & SMS : 082223338771

WhatsApp : 082223338771

Email : bagianpemesanan@gmail.com

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)
Contoh : +6282223338771

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini